http://elhaso.com/bet/

RDJ on HAI magazine (2014 New Year Special Edition)

Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on LinkedInShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someoneShare on Tumblr

 

image_20

 

Paket

Lengkap

Hiburan

 

Writer: Eko Photographer: doc.hai

 

 

Berawal dari tempat nongkrong yang nggak menghasilkan apapun, kemudian berubah jadi “toko” DJ Palu Gada.

Hobi jadi sumber penghasilan? Pasti menjalaninya senang-senang aja. Nggak selalu, kok, meski apda akhirnya berakhir manis. Begitu pula yang dirasakan Venda Aryadi Budiharto dan kawan-kawan. Berawal dari hobi dugem di klub, Venda cs. kemudian sepakat untuk membuat Rumah DJ.

Perjalanan RDJ memang cukup panjang, saat awal terbentuk, pada 15 Februari 2008, mereka mengalami jatuh bangun. Yang awalnya berfungsi sebagai tempat ngumpul, nggak memberikan keuntungan dari segi finansial. Hal ini membuat mereka harus vakum selama hampir dua tahun.

“Karena memang awalnya hanya tempat nongkrong saja, jadi nggak kepikiran, tuh, masalah bisnis, akhirnya memang defisit lah, karena pengeluaran ada, buat nyewa ruko, tapi nggak ada pemasukannya. Makanya vakum,” lanjut Venda, yang juga mengajar di RDJ ini.

Setelah lama vakum tanpa kejelasan, akhirnya mereka bertemu untuk menentukan nasib RDJ ke depannya, apakah dihentikan atau dilanjutkan. Akhirnya mereka memilih tujuan awal mereka, yaitu memajukan musik elektronik di Indonesia, dan RDJ lanjut, tapi dengan perubahan manajemen.

Pada 8 November 2010, RDJ hadir kembali dengan manajemen barunya, mereka mulai memikirkan segi bisnis yang berbau dunia DJ, seperti sekolah DJ, penyewaan alat, penjualan alat, studio DJ, Radio RDJ Indonesia, dan juga jasa event organizer.

“Akhirnya ini menjadi titik balik bagi komunitas kami, setelah memikirkan segi bisnis juga, akhirnya memang ada pemasukan, dan RDJ menjadi lebih maju. Kami masih bisa memajukan musik elektronik juga meski sudah bercampur dengan bisnis,” tambahnya.

Saat ini, Rumah DJ menjadi salah satu sekolah DJ yang terkemuka, banyak dari lulusannya yang menjadi DJ tetap di klub-klub. Ada juga yang menjadi pengajar di tempat mereka dulu belajar, ada yang membuka sekolah DJ juga di kota lain.

“Alhamdulillah, saat ini RDJ dipandang bagi banyak orang sebagai tempat pencetak DJ-DJ berkualitas, dan kami sempat kaget, kalau anak SMA ada yang datang buat belajar, dia datang sama orang tuanya, berarti memang dunia DJ itu nggak melulu negatif kan?” ujar Venda.

Merambah Event Organizer

Setelah mencetak ratusan murid, RDJ sempat bingung untuk mencari cara agar lulusannya ini bisa main di acara-acara. Nah, akhirnya mereka membuat event organizer (EO) sebagai penyalur lulusannya.

“EO yang kami buat, sebenarnya cuma sebagai penyalur bagi lulusan RDJ aja, sih, itu awalnya, tetapi banyak yang suka, dan tertarik, akhirnya kami memberikan paket, dari mulai DJ, berikut gear set, dan jika diperlukan kami juga membuat VJ alias Video Jockey,” ungkap Venda lebih lanjut.

Mereka juga menyusupi citra positif musik elektronik lewat EO ini. Nggak hanya dari klub saja yang memakai jasa mereka.

“Banyak dipanggil juga untuk peluncuran produk, seperti susu anak, acara ulang tahun sebuah radio, sampai dipakai untuk menjadi penghibur sebuah event fashion, memang yang simpel, ya, dengan mengundang DJ, sih, soalnya nggak butuh alat banyak, dan personel cuma satu, hiburannya juga hampir mirip, bisa irit pengeluaran juga, kan?” lanjutnya.

Ketika memakai jasa EO dugem, pengisi acaranya nggak hanya DJ, tetapi ada pengisi lain yang masuk dalam satu paket, seperti artis, dancer, VJ, dan juga MC. Nah, RDJ semuanya menyediakan, nih, kecuali dancer, apalagi sexy dancer. Karena itu bakalan menjadi penghancur bagi RDJ sendiri.

“Kami emang nggak mau pakai dancer atau sexy dancer sekalipun, karena yang kami tonjolkan adalah si DJ-nya ini, kalau ada sexy dancer, pastinya orang lebih fokus dengan lekuk tubuh dancer kan? Bukan keDJ-nya. Jadi itu yang kami hindari, demi kelangsungan RDJ juga, sih, lebih jauhnya,” saran DJ yang sudah bermain di lebih dari 30 klub di Jakarta dan Bogor.

“Sekarang, sih, kalau ditanya tentang dunia DJ dan butuh paket lengkap hiburan, gue selalu bilang gue punya Palu Gada, alias Apa Lu Mau, Gue Ada,hahaha…,”pungkas Vendart Aryadi, nama kerennya.

Wah, komplit, nih. Lulus sekolah DJ, bisa main di klub-klub keren!

Leave A Reply